Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us

Minggu, 04 Maret 2018

Tanggung Jawab adalah Pembeda

Tak terasa kepala dua sudah beberapa bulan aku emban. Aku masih terasa terbayang pakaian putih abu-abu yang selalu pengibur ketika aku terluka. Terkadang tiba-tiba aku ingin kembali ke umur ku yang ke 17. Penuh tawa suka, berlari kesana kemari tak peduli waktu terus berjalan. Tapi memori hanya untuk di kenang. Ketika tiba di rumah aku sering mengunci diri di kamar, sekedar melihat kenangan putih abu-abu ku. Pakaian dinasku, jas ku ,dan tropi kita selalu mengurangi rasa kangen terhadap kalian.

Yah itu cerita masa belia, berbeda dengan sekarang. Dulu entah orang yang berkata apa yang penting aku senang. Tapi umurku harus dipertanggung jawabkan. Jika dulu aku bertanggung jawab untuk diriku sendiri, sekarang yang harus dipertimbangkan keluarga, cita-cita , amanah yang diberikan dan masih banyak lagi. Terlebih lagi agama mengajarkan "sebaik baik manusia adalah orang yang berguna untuk orang lain". Layaknya kehidupan manusia yang lainnya sedih, kecewa pasti pernah di rasa. 

Jika dulu berjalan dengan arahan senior, sekarang harus mengarahkan diri sendiri bahkan mengarahkan orang lain. Di tempat ini aku juga belajar banyak tak hanya keprofesian tapi mau tidak mau aku juga belajar tentang sedikit psikologi dan perasaan orang lain. Aku juga belajar menempatkan diriku dimanapun aku berada. Mungkin dari beberapa tadi banyak orang yang menyukaiku dan menitipkan amanah dan harapannya kepadaku. 

Dan pembeda itu mulai yang nampak berbeda dengan kehidupan mudaku dulu. Yang dulu hanya bermain saja sekarang harus memegang amanah dan harapan yang besar. Amanah itu bukan cuma bukan cuma untuk pamer ke sana kemari. Membawa jaket identitas dan mengatakan aku adalah ketua. itu yang di yang sering di lakukan orang , yang penting pake jaket tapi kewajiban ngga dipenuhi. Entah kebiasaan orang kita yang selalu mementingkan hak di banding melakukan kewajiban. Terkadang miris melihat orang gitu.

Ya boleh lah siapa aku untuk ngelarang mereka. Tapi bukan itu yang aku permasalahin, kerugian yang diberikan ke orang lain itu loh yang AH ... SUDAH LAH . Sudah di beri amanah tapi ditinggal pergi. Apa kalian ngga pernah berfikir apa akibat dari kalian perbuat. Kalau bukan di organisasi terserah lah yang rugi kalian sendiri, kalau di organisasi ? Kalian mengorbankan orang banyak dari mulai tugasmu yang tidak harus di backup orang lain, apa lagi kamu petinggi di organisasi berapa orang staff yang menjadi tanggung jawabmu. 

Itu belum berakhir, sebagai orang yang peduli aku selalu mengingatkan mencoba menjadi orang yang hangat dan bersedia mengajari dari nol. Tapi apa yang di balas hanya sebuah kebohongan. Yah tapi apalah saya Tuhan saya pemberi maaf masak makluk yang hina ini tidak memaafkan. Berusaha melupakan kebohongan yang telah kamu buat untuk buat tapi apa daya lagi kamu tetap berbohong bahkan aku melihat tak ada penyesalan dalam kata-katamu hanya kebohongan yang aku dengar. Jujur aku kecewa tapi aku coba memberikan kesempatan dan katamu ingin berubah dan memperbaiki. Tapi lagi lagi lagi. Yah sudah aku coba melihat kesungguhan tapi dengan cepat kamu mengambil jalan pintas yang buruk cuma merekap yang ngga perlu direkap. Jujur saya makin kecewa bandingkan dengan 6 bulan memegang jabatan dan yang mengerjakan semua itu aku. APAKAH ITU SEBANDING ? padahal banyak yang bisa dilakukan 

Yah nggapapa mungkin, hikmahnya mungkin aku beberapa pelajaran. 

Pertama "jangan melihat orang dari covernya aja". Terlihat rajin terlihat baik tapi semua hanyalah terlihat tidak sebenarnya. 

Kedua "Sampah tidak akan rubah menjadi apapun walau sekuat tenaga kamu mendaur ulangnya kecuali dia dari awal memang diciptakan untuk di daur ulang". Coba aku jelasin ya maksudnya gini misalnya kamu punya sampah plastik kamu coba daur ulang kayak gimana pun dia akan menjadi sampah plastik. mungkin ada yang bilang kan bisa di jadiin tas . Yah lihat aja tas tas daur ulang yah tetep aja kelihatan sampah plastik kan . beda kalau sampahnya sampah kertas yah emang di buat untuk di daur ulang. Layaknya manusia kalau ngga ada niatan beruabah ya dia tidak akan berubah. bahakan dia akan menggunakan banyak alasan apabila melakukan hal yang sama entah itu berbohong atau omong kosong

Ketiga "Jangan pernah berharap kepada orang lain". Ketika kamu berharap orang lain maka kamu bersiaplah ketika orang itu meninggalkan harapkanmu dan mengecewakanmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar