Aku ngga berdiam diri dan pasrah begitu aja. Aku mencari yang salah dari ku. Tapi layaknya kita di depan kaca, setiap orang akan merasa dirinya terbaik di dapan kaca. Iya hal yang sama aku rasakan aku merasa aku telah melakukan yang terbaik yang aku bisa. Tapi masalah pun masih banyak menghampiri. Padahal aku bukan tipe orang yang suka mencari konflik dan menyelesaikannya. Aku lebih suka di posisi aman dan menghindari konflik. Tapi keadaan terus memaksaku untuk keluar dari zona nyaman yang bener bener gila. Untung aku masih punya teman yang masih setia menemaniku dari bocah sampe sedewasa ini. Dia rela meluangkan waktunya hanya sekedar mendengar ceritaku yang ngga jelas, yang penuh amarah , penuh kebencian, dan penuh kebingungan.
Terlepas dari itu aku juga ngga berhenti untuk mencari kesalahanku dimana. Karena melihat diri sendiri itu ngga mungkin menemukan jawababnya, aku mulai mencoba untuk bertanya ke orang - orang terdekat yang masih aku aja bicara secara langsung. Aku berharap mereka benar benar memberikan kritik yang menyakitkan agar aku mendapatkan jawaban siapa Ariya sebenarnya. Tapi hasilnya mengecewakan. Entah mereka melihat nya memang begitu atau memang dia takut melukai aku, sehingga jawaban standart dan cenderung memuji. Beberapa orang melakukan seperti itu. Aku semakin bingung apa yang salah dan siapakah Ariya dimata kalian.
Dan sampai sekarang aku tak tau apa salah ku dan siapa kah aku dan bagaimana aku dimata kalian. Hanya saja aku tetap berusaha menjadi orang yang lebih baik. ketika memang aku menemukan yang salah menurutku aku selalu berusaha untuk menyimpannya dan tidak kuperlihatkan ke kalian.
Terlepas dari itu aku juga ngga berhenti untuk mencari kesalahanku dimana. Karena melihat diri sendiri itu ngga mungkin menemukan jawababnya, aku mulai mencoba untuk bertanya ke orang - orang terdekat yang masih aku aja bicara secara langsung. Aku berharap mereka benar benar memberikan kritik yang menyakitkan agar aku mendapatkan jawaban siapa Ariya sebenarnya. Tapi hasilnya mengecewakan. Entah mereka melihat nya memang begitu atau memang dia takut melukai aku, sehingga jawaban standart dan cenderung memuji. Beberapa orang melakukan seperti itu. Aku semakin bingung apa yang salah dan siapakah Ariya dimata kalian.
Dan sampai sekarang aku tak tau apa salah ku dan siapa kah aku dan bagaimana aku dimata kalian. Hanya saja aku tetap berusaha menjadi orang yang lebih baik. ketika memang aku menemukan yang salah menurutku aku selalu berusaha untuk menyimpannya dan tidak kuperlihatkan ke kalian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar