Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us

Rabu, 21 Maret 2018

Seharunya

Seharusnya tidak semua harus kita lalui. Seharusnya tidak semua kita kerjakan. Seharusnya itu bukan kita. Iya Seharusnya . Tapi Seharusnya adalah kata di pakai setelah semua berakhir. Kenyataannya kita yang menanggung, kita yang mengerjakan. Dan itu kita.

Entah aku merasa telah dewasa sehingga harus banyak berkaca pada diri sendiri. Atau memang keadaan yang memaksa aku untuk menyendiri. Sampai sekarang aku juga tidak pernah mendapatkan jawaban. Tapi dari situ ada beberapa hal yang aku rubah dari disisi yang menurutku buruk dan menurutku tak perlu perlihatkan pada orang lain.

Tapi sampai suatu ketika aku mencari di bagian sebelah mana salahku. Aku coba mencari terus mencari dimana salahnya. Aku tak menenukan hal yang salah pada diriku. Kemudian sebagai manusia aku coba menyerang mengoreksi lawan bicaraku. Dan aku mulai merasa kecewa merasa salah menilai siapa kamu. Ini kah yang dibanggakan seluruh departemenmu dulu ? Ini kah manusia dewasa yang menggunakan title mahasiswa ?

Kecewa.... Baru kali ini aku kecewa pada sesorang sampai ku tak sudi melihatnya. Sekecewa - kewanya aku tak pernah aku merasa seperti ini. Andai bisa kembali aku ngga pernah menginginka semua jabatan ini. toh kalau pun aku gila jabatan aku bisa dapat yang lebih tinggi dari pada ini.

Kata - kata seharunya tak akan pernah ada ketika kamu bilang tidak dan posisimu di isi orang lain yang lebih mampu. Kamu ngga akan mendapat kebencian, tak akan dapat makian dan tak dapat DOSA karena kamu melimpahkan ke orang lain.

Pernah kah kamu berfikir akibatnya kamu melimpahkan ke orang lain ?
Entah lah kamu berifikir atau ngga tapi jika tidak kamu benar benar bukan manusia tapi sampah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar