Menarik untuk di bahas bukan ? Aku punya sedikit cerita, terlepas dia sengaja atau tidak sengaja aku ngga peduli, karena dia menggiring opini untuk merugikan saya. Asal cerita memang saya salah untuk percaya kepada orang. Karena saya merasa yaudah memang kamu sibuk melebihi kesibukan saya (mungkin lo ya) yah saya maklum. Hari kehari mulai terbuka semua, saya berusaha sabar dan struggle untuk bekerja sendiri di tengah saya menjabat yang lain. Aku ngga pernah mengeluarkan nada - nada tinggi sekalipun apalagi marah. Aku mencoba bertanya keseriusan untuk menjalankan amanah yang sudah diberikan. Kemudian hanya diam saja. Ini bukan masalah diem aja, kamu beban di saya jadinya. Seharusnya ada yang bisa bantu saya eh eh eh, saya baru punya temen kayak gini. Suka ya kalau lihat temennya kesusahan pontang - panting sana sini. kalau di sebabkan saya sendiri saya ya saya tanggung jawab, eh ini dari anda yang lepas tanggung jawab. kadang - kadang saya ingin mengatai anda tapi kasian.
Saya berusaha bersabar lagi. Kemudian dia mulai berbohong. Saya coba sabar saja. Saya harap dengan saya sabar anda mau mengakui kebohongan anda. Tapi hasilnya berbohong lagi. Ya sudah saya sabar saja karena tugasnya yang tadi tidak dikerjakan ya saya kerjakan sendiri. Rada forward sedikit ya. saya kerjain sendirian aja paling lengkap dan dipresiasi oleh badan yang lain. balik lagi ke yang tadi, terus saya cuma tanya mau ngerjain apa semua sudah saya kerjakan. Sepertinya saya ingat ada yang berjanji untuk mencari pekerjaan untuk mengganti pekerjaan yang saya kerjakan. Saya tunggu dua tiga hari tidak ada jawaban ya sudah saya fikir yaudah lah paling masih cari. padahal masih banyak pekerjaan yang bisa dikerjain. Tak kusangka dia mengerjakan hal mudah dan tak penting. saya pengen marah rasanya , begitu mudahnya mencari pekerjaan yang saya kerjakan. Kemudain saya menarik semua yang bisa saya tarik agar dia tidak berfikiran sempit.
Tapi malah menghilang dengan alasan masalah keluarga. Hehe. Saya pengen ketawa sih sebenernya emang situ dong yang punya masalah keluarga ? Semua orang punya kali. Tapi ya sebagai laki - laki saya harus bertanggung jawab mungkin saya berlebihan. Kemudian dengan menurunkan harga diri saya, saya mencoba menanyai dan mengingatkan untuk masuk kelas. Dan lucunya dia read doang layaknya saya yang salah dari awal. Sumpah pengen ketawa. Kamu pikir kamu siapa ?
Kemudian dia bercerita kesana kemari menggiring opini orang untuk mulai membelanya dan menyearangku. mulai dari alasan saya menakutkan (really ? saya ngga pernah lo berbicara dengan nanda tinggi ke kamu) saya membawakan seperti departemen saya sebelumnya(really ? saya lo sudah mencoba untuk menjadi orang yang suante. terus sering tak tanya buat aku evaluasi katanya oke oke aja ngga ada malah), saya orangnya kaku serius ( really ? saya udah ngga pernah serius loh dirapat), saya orangnya ngga mau kerja (really ? kamu pikir yang ngerjain dari awal siapa ? setan ?) dan masih banyak lainnya seperti saya yang paling salah dan anda paling benar.
Kalau anda memang menginginkan saya sepeti itu boleh - boleh saya kabulkan. Tapi saya udah ngga suka lihat anda tuh mau ngapain lagi ? :)
Udah ngga butuh tuh rekap sendiri aja udah paling lengkap kok, kamu pikir kamu siapa dateng pergi seenaknya ? emang ini rumah nenek moyang lo apa?
Yang jelas saya tau adalah saya terlalu menilai anda terlalu baik, dan saya baru menemukan orang ngga punya hati seperti anda. Dan saya kabulkan semua yang anda katakan ke semua orang. Oh ya dan satu lagi anda banya bercerita tapi kerja tak ada :)
Udah ngga butuh tuh rekap sendiri aja udah paling lengkap kok, kamu pikir kamu siapa dateng pergi seenaknya ? emang ini rumah nenek moyang lo apa?
Yang jelas saya tau adalah saya terlalu menilai anda terlalu baik, dan saya baru menemukan orang ngga punya hati seperti anda. Dan saya kabulkan semua yang anda katakan ke semua orang. Oh ya dan satu lagi anda banya bercerita tapi kerja tak ada :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar