Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us

Sabtu, 05 Maret 2016

FTIf Journey 2016

Mungkin semua maba (Mahasiswa Baru) pasti asing dengan FTif Journey ini. Sama saya pun berfikiran sama dari kebanyakan maba pada saat itu. Toh karena emang KPP dari Pra TD dulu saya ikut ya niatnya sih buat seneng -  seneng aja buat refreshing tugas struktur data dan teman - temannya yang sangat sulit dan tak kunjung usai hehe.
Hari pertama pun di mulai. Ya seperti biasanya lah setiap acara pasti ada pesan - pesan dari panitia. Langsung kita skip aja ke kegiatan intinya. Kebetulan kegiatan pertama adalah sesi talk show. Saya kira pasti hari ini ya seperti biasalah materi - materi lagi, ternyata saat itu bukan materi biasa aja. Saya kaget setelah ada beberapa orang masuk dengan cara bergandengan layaknya anak TK sedang bermain kereta- keretaan. Ternyata meraka adalah orang tidak bisa melihat dari yayasan di samping ITS. Di dalam talk show itu saya mendapatkan banyak pelajaran yang bisa di ambil. Mereka kurang sempurna tapi mereka tetep mempunyai mimpi besar. Dengan semangat mereka menjalani hidup mereka dengan segala keterbatasan mereka. Mereka tetap menuntut ilmu layaknya orang normal lainnya. Hikmah yang dapat saya petik dari mereka adalah mereka saja yang serba kekurangan fisik masih bisa bertahan dan berusaha tetap mewujudkan mimpi - mimpi mereka, bagimana dengan aku yang masih lengkap dengan segala yang aku punya dengan fisik yang sempurna dengan ekonomi ya dapat dibilang cukup akan kah saya harus kalah dengan mereka mewujudkan mimpi ? Ya ini jawaban retoris bagi orang yang berfikiran sama dengan saya. tentu saja tidak, kami harus mempunyai semangat lebih dari meraka.Itu lah yang dapat saya petik pada talk show itu.
Lanjut kemudian di sesi ke 2 bersama presbem unair. Memang meterinya agak berat tapi Cak Feb menyampaikannya dengan cukup ringan. Cak Feb kemudian menceritakan apa sih masalah yang sedang dihadapi Surabaya ketika itu. Ya pasti semua tahu pada tahun 2014 - 2015 Surabaya sedang panas - panasnya penutupan dolly. Kemudian sebagai mahasiswa surabaya cak Feb dan oraganisasi lainnya pun ingin Surabaya tentram seperti biasanya. Singkat cerita banyak rintangan yang di hadapi olah cak Feb dan lainnya. Walaupun sulit cak Feb tetap semangan demi terwujudnya Surabya yang tentram dan bebas dari masalah. Dari paparan cerita Cak Feb tadi saya dapat mengambil bahwa pekalah terhadap lingkungan jangan liang iya tidak saja tanpa memberi solusi. Lihat sekitar kita masih banyak yang bisa dilakukan mahasiswa untuk sekitarnya.
Kemudian sesi 3. disitu kami di ajak berdisikusi apa saja sih masalah yang ada di sekitar ITS sendiri. Ternya kami pun sadar tidak usah jauh juah di sekitar kita pun banyak orang yang sangat membutuhkan uluran tangan dan aksi dari mahasiswa seperti kami.Kemudian pemateri pun menceritakan apasih pengalaman yang telah beliau dapat setelah mengabdi untuk masayarakat. Dan mengajak kita untuk lebih peka terhadap masyarakat sekitar dan mencoba untuk memecahkan masalah yang tadi banyak kita dapat dengan cara pandang dan usaha yang dapat dilakukan oleh mahasiswa seperti kita ini.
Kemudian sesi 4 wah disini hal yang paling menyenangkan. Banyak games yang kami dapatkan saat itu. yah walaupun kami ngga dapet poin sama sekali dari 7 games hehe. Tapi banyak yang kita bisa dapat dari game game tadi. Kekompakan, kerja sama team, kreatif , tangkas dan kepercayaan itu penting di sebuah permasalahan.Dan selesai lah pada hari itu cukup buat tepar juga hehe.
Next hari ke 2. menurut ku hari ke 2 ini hari yang menyenangkan sekaligus membuat kita peka terhadap sekitar kita. Tentu saja menurutku ini simulasi dari hari yang pertama. Di situ kami dia ajak untuk melihat dan bagaimana sih keadaan sekitar ITS itu. Kemudian kami pun menyusuri tempat yang telah di diskusikan. kemudian kamu berjalan menuyuri jalan itu. Kami pun berhenti di temapt penimbangan barang rongsokan. disitu kami bertanya bagaimana ke hidupan ibu ini kesehariannya. Dengan polos ibu menjawab ya dengan segala keterbatasan beliau hidup dan merantau di Surabaya ini bersama dengan suaminya. Setelah puas dengan jawabnya ibu dengan ceritanya kamu pun terus berjalan lagi untuk mencari orang - orang yang lain.
Kemudian kami mendekat pada seorang tukang becak. Kami pun juga menanyai bapak itu. bapak itu merantau ke Surabaya untuk mencari uang sebagi tukang becak. kehidupannya pun di surabaya pun di bilang cukup sederhana bahkan tetap saja kekurangan. tapi alhamdullilahnya tiap hari tidak kosong penumpang walaupun penghasilanya tak tetap. Setelah itu kami pun beristirahat ya maklum kami belum sarapan terutama saya kan di kos ngga ada yang masakin wkwkw. Kami pun melanjutkan perjalan setelah kami cukup istirahatnya. Kemudian kami bertemu dengan penyapu jalan yang ada di sekitar keputih. kamu tak lupa untuk bertanya tentang ke seharian mereka berdua. Tapi alhamdulliah anak dari salah satu mereka ada yang sudah bisa mengangkat derajat orang tuanya menjadi lebih baik. Banyak pelajaran yang kami dapat dari orang - orang tadi. Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang telah kita punya dan jangan selalu melihat ke atas. Lihat lah sekitar kita masih banyak yang perlu kita bantu.
Dan sebagai penutup acara Ftif Journey ini kita membuat paper mob. Singkat cerita kami berhasil membuatnya walupun dengan personil yang bisa dikatakan sangat mepet bahkan kurang.
Dan dari FTIf Journey ini saya harap dapat lebih membuat FTIf lebih bersatu, lebih kreatif dan peka terhadap lingkungan sekitar terutama angkatan 2015.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar